Disaat informasi mudah sekali untuk dicari, hanya diujung jemari kita. Sistem sekolah sebagai sumber pengetahuan menjadi tidak relevan, lalu apa peran sekolah dimasa depan?

 

Di dunia penuh dengan teknologi, peran sekolah sebagai tempat utama anak belajar dan peran guru sebagai pusat pembelajaran di dalam kelas terlihat tidak optimal. Karena informasi pengetahuan yang diperlukan dapat ditemukan dalam mesin pencari. Dengan begitu sistem pendidikan harus dapat mengikuti perubahan teknologi dan berkembang bersamaan dengannya.

 

Siswa yang aktif bersekolah sekarang adalah anak-anak yang tumbuh dengan teknologi, generasi pertama yang tumbuh dengan internet, dan yang pertama dididik oleh internet. Ini adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan belum ada sistem atau gambaran bagaimana seharusnya pembelajaran berjalan.


Jadi bagaimana guru bisa memimpin di dalam kelas?

 

Guru akan memainkan peran yang sangat berbeda, mereka sebaiknya tidak menjadi “pusat pembelajaran” di kelas. Namun sebagai pendamping siswa belajar. Guru akan ikut berdiskusi dengan siswa untuk mematik rasa ingin tahunya sehingga menantang siswa untuk memperluas wawasan siswa. Peran ini akan optimal jika kurikulumnya mendukung siswa untuk dapat berpikir kritis bukan sekedar mengerjakan tes standar.


Kurikulum yang dimaksud berbentuk active or problem-based learning, yang akan melibatkan rasa ingin tahu alami siswa, daripada sekedar menyajikan informasi kepada mereka. Siswa bekerja berdasarkan informasi masalah yang ada dan mencari cara memecahkan masalah tersebut, alih-alih diberi tahu cara menyelesaikan masalah yang ada.

 

Di Finlandia kurikulum ini dikenal dengan phenomenon-based learning (pembelajaran berbasis fenomena) dan sudah diterapkan semenjak Finlandia merubah sistem pendidikannya. Terbukti pembelajaran ini dapat menekankan keterampilan komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis. Sehingga siswa siap untuk menerapkan pengetahuan mereka di dunia kerja abad ke-21.

 

Dimasa depan, pekerjaan akan terstruktur di sekitar proyek, bukan proses. Tren perubahan dunia kerja ini juga sangat penting diterapkan di dunia pendidikan. Jangan lupa , bahwa teknologi akan menjadi jantung utama dikehidupan masa depan. Termasuk pendidikan. Hal ini akan merubah gaya belajar, menjadi intuitif dan interaktif.


Tata ruang kelas yang fleksibel, rencana pembelajaran yang dapat diadaptasi, keberadaan games; Virtual Reality (VR); Augmented Reality (AR) di ruang kelas sebagai alat belajar menjadi gambaran sekolah masa depan. Alasan mengapa penggunakan teknologi di lingkungan sekolah penting adalah karena ini kesempatan untuk mengajari anak menggunakan teknologi bukan sebagai hiburan.

 

Dalam ruang belajar jenis baru ini, siswa menggunakan berbagai sumber media secara bersamaan. Sehingga kemampuan menggunakan teknologi sebagai alat belajar dibutuhkan untuk dapat memenuhi keperluan siswa. Disaat mereka akan bekerja bersamaan dengan teknologi di masa depan, bukankah sebaiknya kita mengasah kemampuan penggunakan teknologi bukan hanya sebagai konsumen?

Monicka
Parenting Enthusiast - Homeschooling KITA