Ingatkah parent dengan teknologi-teknologi masa lalu yang sekarang sudah digantikan dengan teknologi yang semakin canggih?

 

Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, manusia telah mampu membawa perubahan dunia dalam waktu yang cepat. Penemuan, penciptaan, dan modifikasi yang dilakukan telah membawa kita dalam kehidupan yang sangat cepat, efesien, dan mudah berubah.

 

Otomatisasi, AI (Aritificial Intelligence), dan teknologi telah mengubah kehidupan secara besar-besaran. Tidak terkecuali dunia pekerjaan yang kehilangan sejumlah pekerjaan kepada mesin dan menumbuhkan jenis pekerjaan baru. Namun apa saja alasan pekerjaan menjadi punah dan apa yang dapat menumbuhkan jenis pekerjaan baru?

 

Kita semua membutuhkan visi kreatif tentang bagaimana hidup kita diatur dan dihargai di masa depan, di dunia dimana peran dan makna pekerjaan mulai bergeser. Dahulu orang akan mengambil pekerjaan apa saja yang bisa mereka kerjaan untuk mendapatkan penghasilan dan membiayai hidup. Namun dilihat perkembangan sekarang, orang dewasa muda yang mulai memasuki dunia kerja lebih memiliki visi akan pekerjaan mereka, lebih pemilih karena tujuan mereka adalah membangun karier.


Ada hal yang harus diwaspadai beberapa tahun kedepan. Tentang otomatisasi yang dilakukan dan mengakibatkan orang-orang kehilangan pekerjaan. Data dari McKinsey menyatakan bahwa pada tahun 2030 sekitar 400-800 juta orang di seluruh dunia akan digantikan oleh mesin otomatis dan mengakibatkan mereka butuh mencari pekerjaan lain.

 

Pekerjaan yang akan hilang memiliki beberapa karakteristik; pekerjaan yang repetitif, efesiensi yang rendah dan sederhana untuk digantikan oleh mesin. Setiap pekerjaan atau bahkan tugas yang dilakukan sehari-hari dengan karakteristik seperti ini akan semakin menjadi otomatis. Dengan kata lain, pekerjaan yang masih akan ada dan bermunculan adalah pekerjaan yang tidak dapat tergantikan dengan mesin.


Pekerja masa depan akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk aktivitas yang kurang mampu dilakukan oleh mesin, seperti mengelola orang, menerapkan keahlian, dan berkomunikasi dengan orang lain. Mereka akan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengumpulkan dan memproses data, karena mesin sudah melebihi kinerja manusia. Keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan juga akan bergeser.


Kedepannya pekerjaan membutuhkan lebih banyak keterampilan sosial dan emosional, kemampuan kognitif yang lebih maju; seperti penalaran logis dan kreativitas. Maka dari itu individu perlu dipersiapkan untuk masa depan pekerjaan yang akan berkembang pesat. Memperoleh keterampilan baru yang dibutuhkan akan sangat penting untuk kesejahteraan mereka sendiri. Akan ada permintaan akan tenaga kerja manusia, tetapi pekerja perlu memikirkan bagaimana mereka bekerja dan bakat serta kemampuan apa yang mereka bawa ke pekerjaan itu.

 

McKinsey juga memperkirakan bahwa 8 hingga 9 persen dari permintaan tenaga kerja tahun 2030 akan berada dalam jenis pekerjaan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Tapi dapat dipastikan kemampuan pekerja akan hal yang bersifat kreatif, berpikir kritis, penalaran logis, pemecah masalah dan kemampuan sosial emosi akan menjadi kebutuhan nomer satu dari pekerjaan baru yang bermunculan.


Memastikan bahwa pekerja masa depan memiliki keterampilan dan dukungan yang dibutuhkan untuk transisi ke pekerjaan baru merupakan tantangan yang besar. Negara-negara yang gagal mengelola transisi ini dapat mengalami peningkatan pengangguran dan penurunan upah. Perubahan yang akan berlangsung secara global dibutuhkan gerakan dari hal-hal yang kecil.

 

Salah satu gerakan yang dapat dilakukan Parent adalah dengan memilih pendidikan anak yang sesuai dengan kebutuhan keterampilan masa depannya, orang tua dapat membantu anak menjadi individu yang dibutuhkan dimasa depan.

Monicka
Parenting Enthusiast - Homeschooling KITA